Rumah / Berita / Berita industri / Apa Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Saat Memasang Jangkar Ekspansi?

Apa Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Saat Memasang Jangkar Ekspansi?

Yuyao Cili Machinery Co., Ltd. 2025.12.29
Yuyao Cili Machinery Co., Ltd. Berita industri

Jangkar ekspansi adalah pengencang penting untuk menempelkan benda dengan aman ke material padat seperti beton, batu bata, atau batu. Jika digunakan dengan benar, mereka akan memberikan pegangan yang kuat, bahkan untuk aplikasi tugas berat. Namun, ada beberapa kesalahan pemasangan umum yang dapat membahayakan efektivitas jangkar dan integritas struktural material.


1. Memilih Jangkar Ukuran yang Salah

Salah satu kesalahan yang paling sering dilakukan orang saat memasang jangkar ekspansi adalah memilih ukuran jangkar yang salah untuk pekerjaan tersebut. Memilih jangkar yang terlalu besar atau terlalu kecil untuk lubang dapat menyebabkan kinerja buruk.

  • Ukuran Jangkar dan Kompatibilitas Bahan: Jangkar ekspansi come in various sizes and designs, each suited for different materials and load capacities. If the anchor is too small for the hole, it won’t expand properly, and its grip will be insufficient, leading to a weak hold. On the other hand, if the anchor is too large for the hole, it can cause stress on the surrounding material, leading to cracks or even anchor failure.

  • Ukuran yang Tepat: Selalu pastikan bahwa Anda memilih ukuran jangkar yang benar berdasarkan bahan yang Anda gunakan. Panjang jangkar harus sesuai dengan kedalaman material yang Anda gunakan untuk memasang jangkar. Misalnya, pada beton, jangkar harus masuk cukup dalam untuk menahan beban, tetapi tidak terlalu dalam sehingga melampaui rentang muai. Pastikan untuk memeriksa pedoman pabrikan untuk diameter lubang dan ukuran jangkar yang direkomendasikan.


2. Mengebor Lubang Terlalu Dalam atau Terlalu Dangkal

Masalah umum saat memasang jangkar ekspansi adalah mengebor lubang hingga kedalaman yang salah. Kedalaman lubang secara langsung mempengaruhi seberapa baik jangkar akan mengembang dan menahannya.

  • Lubang Dangkal: Jika lubangnya terlalu dangkal, jangkar mungkin tidak memiliki cukup ruang untuk mengembang dengan baik, sehingga tidak dapat mencengkeram material dengan kuat. Hal ini dapat mengakibatkan jangkar menjadi kendor seiring berjalannya waktu, terutama saat ada beban.

  • Lubang Dalam: Sebaliknya, jika lubang terlalu dalam, jangkar dapat dimasukkan secara berlebihan dan tidak mengembang sepenuhnya di dalam material, sehingga mengurangi kapasitas penahannya. Selain itu, lubang yang terlalu dalam dapat menyebabkan jangkar tergelincir ke dalam ruang kosong dan gagal terpasang.

Kedalaman Lubang yang Benar

Bahan Kedalaman Lubang yang Direkomendasikan (inci) Panjang Jangkar (inci)
Beton/Bata 1,5 - 2 kali panjang jangkar Sama dengan panjang jangkar
Drywall (Berongga) Cukup untuk casing jangkar 1/2 hingga 1 inci lebih dalam
Kayu Sedikit lebih dalam dari panjang jangkar Sama dengan panjang jangkar

Pastikan kedalaman lubang sesuai dengan panjang jangkar untuk hasil terbaik. Ukuran mata bor dan kedalaman lubang harus selalu sesuai dengan spesifikasi jangkar.


3. Tidak Membersihkan Lubang Sebelum Dimasukkan

Debu, serpihan, atau uap air di dalam lubang bor dapat mengganggu perluasan jangkar sehingga mengurangi efektivitasnya. Lubang yang kotor dapat menyebabkan jangkar tidak sejajar atau gagal mengembang dengan baik.

  • Membersihkan Lubang: Penting untuk membersihkan lubang secara menyeluruh sebelum memasukkan jangkar. Debu, bubur beton, atau kotoran lainnya dapat memenuhi ruangan, sehingga mencegah jangkar terpasang dengan pas dan melebar sesuai desain. Lubang yang tidak dibersihkan dengan baik dapat mengurangi kekuatan cengkeraman jangkar dan meningkatkan kemungkinan kegagalan.

  • Alat Pembersih: Untuk menghilangkan kotoran, gunakan sikat kawat atau kompresor udara untuk membersihkan lubang dari debu atau kotoran. Penyedot debu juga efektif membersihkan lubang untuk mencegah partikel apa pun memengaruhi kesesuaian jangkar. Jika perlu, Anda dapat menggunakan kain lembap untuk menyeka lubang sebelum memeriksa kembali kesesuaiannya.


4. Menggunakan Ukuran Mata Bor yang Salah

Memilih ukuran mata bor yang salah adalah kesalahan umum lainnya. Jika mata bor terlalu kecil, jangkar tidak akan masuk ke dalam lubang; jika terlalu besar, jangkar mungkin tidak dapat mencengkeram material dengan baik sehingga menyebabkan material tergelincir atau tidak mengembang sepenuhnya.

  • Cocokkan Mata Bor dengan Jangkar: Ukuran mata bor harus sesuai dengan diameter jangkar, bukan selubung luarnya. Misalnya, jangkar ekspansi pada umumnya memiliki diameter luar yang sedikit lebih besar dari badan jangkar, dan lubang perlu dibor sesuai diameter ini untuk memastikan pemasangan yang benar.

  • Pedoman Pabrikan: Selalu mengacu pada spesifikasi pabrikan untuk ukuran mata bor yang benar. Aturan umumnya adalah menggunakan mata bor yang ukurannya sama atau sedikit lebih kecil dari selubung luar jangkar. Hal ini memungkinkan jangkar melebar dan mencengkeram material secara efektif tanpa membuat lubang yang terlalu besar.

Tipe Jangkar Ukuran Mata Bor (inci) Ukuran Jangkar (inci)
Jangkar Ekspansi (Kecil) 1/4 - 16/5 1/4 - 3/8
Jangkar Ekspansi (Sedang) 3/8 - 1/2 3/8 - 1/2
Ekspansi Tugas Berat 1/2 - 5/8 1/2 - 3/4

Gunakan tabel ini sebagai panduan, tetapi selalu verifikasi ukuran bit yang disarankan dalam petunjuk produk agar lebih presisi.


5. Mengencangkan Jangkar secara berlebihan

Pengetatan yang berlebihan adalah kesalahan umum yang dapat menyebabkan kegagalan jangkar. Meskipun tampaknya logis untuk mengencangkan jangkar sebanyak mungkin untuk memastikan pegangan yang kuat, pengencangan yang berlebihan justru dapat merusak material dan jangkar itu sendiri.

  • Risiko Retak atau Pecah: Jika jangkar ekspansi dikencangkan terlalu kuat, material di sekitar jangkar dapat retak, terutama pada material rapuh seperti dinding kering, plester, atau beton rapuh. Hal ini dapat melemahkan penahan dan bahkan menyebabkan jangkar tertarik keluar.

  • Pengetatan yang Benar: Anda hanya perlu mengencangkan jangkar hingga kokoh dan aman, tanpa menggunakan tenaga berlebihan. Banyak jangkar ekspansi memiliki mekanisme bawaan yang akan mengembang dengan baik setelah sekrup dikencangkan hingga titik tertentu. Gunakan kunci torsi atau driver dengan pengaturan torsi untuk memastikan sekrup tidak terlalu kencang.


6. Mengabaikan Jenis Material dan Kompatibilitas Jangkar

Setiap material memerlukan jenis jangkar tertentu untuk kinerja optimal. Jangkar ekspansi yang dirancang untuk beton mungkin tidak berfungsi dengan baik pada material yang lebih lembut seperti drywall, dan menggunakannya pada material yang salah dapat menyebabkan kegagalan.

  • Bahan Compatibility: Untuk beton dan batu bata, gunakan jangkar ekspansi yang dirancang khusus untuk material tersebut, karena jangkar tersebut dibuat untuk menahan tekanan dan memberikan kesesuaian yang aman. Untuk drywall, gunakan jangkar yang melebar atau gunakan baut pengalih, yang dirancang untuk ruang berlubang.

  • Jenis Jangkar Tertentu: Selalu baca rekomendasi pabrikan untuk memastikan jangkar cocok dengan material yang Anda gunakan. Beberapa jangkar ekspansi dirancang dengan bahan yang lebih lembut, sementara yang lain diperkuat untuk penggunaan tugas berat pada pasangan bata.


7. Gagal Menggunakan Alat Instalasi yang Benar

Penggunaan alat yang tidak tepat dapat menyebabkan kesalahan, seperti jangkar tidak sejajar atau bahkan jangkar patah. Bor atau penggerak yang salah dapat menyebabkan masalah pada keakuratan lubang, sehingga mengakibatkan jangkar tidak pas atau gagal melebar dengan benar.

  • Pemilihan Alat yang Tepat: Jika Anda mengerjakan beton, disarankan menggunakan bor palu karena dirancang untuk mengebor material keras. Untuk kayu atau drywall, bor biasa mungkin sudah cukup. Selalu periksa spesifikasi jangkar untuk jenis alat yang direkomendasikan.

  • Alat untuk Mengencangkan: Gunakan obeng atau kunci pas yang benar untuk mengencangkan. Hindari penggunaan tang atau alat apa pun yang mungkin tidak memberikan kontrol yang akurat.


8. Memasang Jangkar Ekspansi Terlalu Berdekatan

Saat memasang beberapa jangkar, pastikan jaraknya cukup jauh untuk menghindari melemahnya material. Jangkar yang dipasang terlalu berdekatan dapat menyebabkan keretakan atau berkurangnya kekuatan penyangga pada area sekitarnya.

  • Pedoman Jarak: Kebanyakan pabrikan merekomendasikan jarak minimum antar jangkar untuk mencegah kerusakan material. Memasang jangkar terlalu dekat dapat memberikan tekanan yang terlalu besar pada material di sekitarnya, sehingga menyebabkan keretakan atau kegagalan jangkar.

  • Jarak Optimal: Usahakan untuk menyisakan setidaknya 2 hingga 3 kali diameter jangkar di antara masing-masing jangkar untuk memastikan material tidak menjadi terlalu tertekan.


9. Tidak Memperhitungkan Distribusi Beban

Jika Anda menggunakan beberapa jangkar untuk menopang benda berat, penting untuk mempertimbangkan bagaimana beban akan didistribusikan ke seluruh jangkar tersebut. Distribusi beban yang tidak merata dapat memberikan tekanan pada masing-masing jangkar dan menyebabkan kegagalan.

  • Distribusikan Beban: Selalu pastikan bahwa bobot didistribusikan secara merata ke seluruh jangkar. Jika Anda ingin menggantung rak, misalnya, pertimbangkan untuk menggunakan lebih banyak jangkar untuk membagi beban secara merata, terutama jika benda tersebut berat.

  • Peringkat Beban: Pastikan setiap jangkar diberi peringkat untuk beban yang Anda rencanakan untuk ditempatkan di atasnya. Jika sebuah jangkar diberi peringkat di bawah, jangkar itu bisa gagal di bawah tekanan.


10. Mengabaikan Memeriksa Penempatan dan Penjajaran Jangkar

Jangkar yang tidak sejajar dapat menyebabkan pemasangan tidak merata atau pengamanan barang buruk. Sebelum mengebor, penting untuk memeriksa apakah jangkar Anda ditempatkan dengan benar.

  • Penempatan Akurat: Ukur dengan hati-hati dan gunakan level untuk memastikan jangkar sejajar dengan benar. Penjajaran yang salah dapat menyebabkan objek tidak digantung dengan baik, membuatnya tidak stabil atau tidak menarik.


Pertanyaan Umum

1. Bisakah saya menggunakan jangkar ekspansi di dinding kering?

Ya, tapi gunakan jangkar ekspansi khusus drywall. Jangkar ini dirancang untuk melebar dan menahan material berongga dari drywall.

2. Bagaimana saya tahu jika jangkar ekspansi sudah terpasang dengan benar?

Jangkar harus terpasang rata dengan permukaan material, dan benda yang diamankan harus stabil dan tidak bergeser saat diberi tekanan.

3. Apa perbedaan antara jangkar ekspansi dan baut pengalih?

Jangkar ekspansi digunakan pada material padat seperti beton atau batu bata, sedangkan baut pengalih ideal untuk material berongga seperti drywall. Baut pengalih menyebarkan beban ke area yang lebih luas, sehingga cocok untuk material yang lebih ringan.

4. Bisakah jangkar ekspansi digunakan kembali?

Secara umum, tidak. Setelah jangkar ekspansi dipasang, material di sekitarnya mungkin rusak atau melemah, sehingga penggunaan kembali menjadi tidak praktis dan tidak aman.


Referensi

  1. Hughes, M. (2021). Panduan Lengkap untuk Jangkar dan Pengencang . Penerbitan Alat Konstruksi.
  2. Williams, D., & Brooks, J. (2020). Memperbaiki dan Mengencangkan: Jangkar untuk Setiap Pekerjaan . Solusi Pengikat Tekan.
  3. Thompson, G. (2019). Teknik Pengeboran dan Penahan untuk Proyek Bangunan . Buku Perbaikan Rumah.